Instagram

Translate

Wednesday, May 23, 2012

Arti "Bid" dan "Offer" saat bertransaksi saham

source : http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/03/istilah-bid-dan-offer-ketika-bermain.html

This information I got from  the above website. So, just go to that website if you want to know more about stocks investment. A recommended one to read.


Bid
dan offer adalah istilah harga saham ketika transaksi berlangsung di bursa.

Kalau anda ingin menjual saham dan diberitahu bahwa harga saham BBRI adalah Rp 5000, informasi tersebut tidak spesifik. Apakah artinya anda bisa jual BBRI di 5000 dan langsung laku atau anda harus mengantri jual (tidak langsung laku)? Perbedaan ini mungkin tidak penting bagi pendengar atau pembaca berita, tapi perbedaaan ini sangat penting untuk anda yang hendak melakukan jual-beli saham tersebut.

Maka dari itu, ketika bermain saham anda harus tahu harga spesifik saham yang ingin anda transaksikan. Dan harga spesifik tersebut selalu terdiri dari dua komponen, harga bid dan harga offer.

Arti bid dan offer, tergantung konteks kalimat, adalah sebagai berikut:


Bid = penawaran beli, minat beli, antri beli.

Offer = penawaran jual, minat jual, antri jual.


Untuk mempermudah diskusi, silahkan lihat contoh tampilan Order Book dari Indo Premier Online Trading (IPOT) untuk saham Garuda Indonesia (GIAA) berikut ini:

Tampilan harga bid dan offer ini dipisah menjadi dua kolom: biasanya kolom kiri adalah harga bid dan kolom kanan harga offer. Dari tampilan tersebut anda bisa melihat bahwa harga penawaran beli (bid) tertinggi GIAA adalah Rp 520 sebanyak 23,328 lot sedangkan harga penawaran jual (offer) terendah GIAA adalah Rp 530 sebanyak 9,782 lot.

Perhatikan: harga bid tertinggi dan harga offer terendah selalu berada di baris pertama.

Kalau anda mau menjual GIAA dan langsung laku, anda harus jual di harga bid Rp 520; kalau anda mau membeli GIAA dan langsung dapat, anda harus beli di harga offer Rp 530.

[Saya tidak turut mendiskusikan jumlah lot bid dan offer dengan detil di sini. Saya berencana menulis blog tersendiri tentang hal ini.]

Sebenarnya, arti bid adalah semua harga penawaran beli di kolom kiri (dari Rp 520 sampai dengan 460 ) dan arti offer adalah semua harga penawaran jual di kolom kanan (530 sampai dengan 620). Tapi dalam praktek sehari-hari, pemain saham memakai istilah bid biasanya untuk harga penawaran beli tertinggi dan offer untuk harga penawaran jual terendah.

Memang, kalau anda melakukan sendiri jual-beli saham melalui online-trading, anda tidak perlu khawatir tentang istilah-istilah ini. Tapi kalau anda ingin mengungkapkan niat anda kepada orang lain misalkan kepada pialang anda harus menggunakan istilah-istilah ini dengan seksama.

Menggunakan contoh di atas, kalau anda bertanya harga GIAA melalui telepon, pialang anda akan menjawab bid Rp 520, offer 530. Artinya, kalau anda mau menjual GIAA langsung laku, anda harus jual di Rp 520; kalau anda mau beli GIAA langsung dapat, anda harus beli di Rp 530.

Misalkan menurut anda harga 520 terlalu mahal dan hanya mau membeli GIAA di harga 500. Nah, anda bisa mengantri beli di harga 500 dengan berkata seperti ini, "Bid GIAA di (harga) 500 sebanyak 100 lot." Atau kalau anda mau jual di 550, "Offer GIAA di 550 100 lot."

Pada konteks kalimat di atas, kata bid dan offer menjadi kata kerja yang berarti antrikan beli dan antrikan jual.

Intinya, kalau anda bertanya bid/offer saham saat ini, pialang berasumsi anda menanyakan harga minat beli tertinggi dan harga minat jual terendah saat ini (harga pada baris pertama bid/offer). Setelah anda mendapat informasi itu, anda bisa antri beli (bid) di harga minat beli tertinggi tersebut ataupun harga lebih rendah; anda juga bisa antri jual (offer) di harga minat jual terendah tersebut atapun harga lebih tinggi. 

Kata bid dan offer dari bahasa Inggris ini kerap dipakai pemain saham Indonesia sebagai istilah umum bermain saham karena belum adanya padanan kata bahasa Indonesia yang sama singkat dan sama padatnya.