Instagram

Translate

Thursday, March 28, 2013

cum date dan ex date

via okezone.com
Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan investasi di saham adalah aksi korporasi (corporate action). Maklum, aksi korporasi seringkali berdampak signifikan terhadap perubahan harga saham di pasar. Jika beredar kabar tentang aksi korporasi suatu emiten, harga saham emiten tersebut di pasar bisa terimbas naik atau turun.

Beberapa jenis aksi korporasi yang seringkali mempengaruhi harga saham di pasar, misalnya merger dan akuisisi, take over, penawaran umum terbatas (right issue), pembagian saham bonus, stock splitreverse stock, pembagian dividen, dan sebagainya.

Jika aksi korporasi mendatangkan manfaat atau benefit bagi peningkatan kinerja emiten, maka investor tidak akan segan-segan untuk  membeli sahamnya di pasar. Nah, meningkatnya minat beli inilah yang menyebabkan harga saham naik.

Sebaliknya, jika aksi korporasi dinilai negatif atau tidak memberikan manfaat terhadap kinerja emiten, maka aksi korporasi semacam itu biasanya tidak akan mendapat dukungan dari pemegang saham publik. Harga saham cenderung turun karena investor cenderung melepasnya ke pasar.

Namun begitu, dalam pelaksanaan aksi korporasi, investor sebaiknya memperhatikan dengan seksama jadwal dari pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Kapan aksi tersebut dilaksanakan dan siapa saja investor yang berhak dilibatkan. Hal ini penting untuk diperhatikan, jangan sampai aksi korporasi itu malah merugikan investor.

Untuk lebih jelasnya, misalkan emiten A akan melakukan aksi korporasi berupa pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp100 per saham. Untuk itu, emiten A sudah menyusun jadwal atau agenda tentang aksi korporasi tersebut.

Misalnya, dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya terdaftar sebagai pemegang saham pada tanggal sekian jam sekian. Di sini tampak ada batasan waktu bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen, karena itulah ada istilah cum date dan ex date.

Cum date adalah waktu atau tanggal yang menunjukkan bahwa sampai dengan tanggal tersebut perdagangan atas suatu saham masih mengandung atau memiliki hak dividen. Sedangkan ex datemerupakan tanggal yang menunjukkan bahwa perdagangan saham yang dilakukan pada hari itu tidak lagi mengandung hak bagi pemegang saham.

Misalnya disebutkan bahwa cum date adalah 16 Oktober 2011 dan ex date adalah 17 Oktober 2011. Artinya, investor yang membeli saham emiten A pada 16 Oktober 2011 memiliki hak atas dividen yang akan dibagi oleh emiten A tadi. Sedangkan investor yang membeli saham pada 17 Oktober 2011 tidak lagi berhak atas dividen yang akan dibagikan.

Dari sisi investor jual, investor yang menjual saham A pada 16 Oktober 2011 tidak lagi berhak atas dividen yang akan dibagikan emiten A. Investor yang menjual saham A pada 17 Oktober 2011 masih memiliki hak untuk mendapatkan dividen karena pada 16 Oktober 2011 ia masih tercatat sebagai pemegang saham emiten A.

Ilustrasi di atas menunjukkan betapa pentingnya mengetahui dan memahami jadwal aksi korporasi, terutama cum date dan ex date. Mengabaikan atau lalai terhadap jadwal cum date dan ex date bisa berakibat fatal bagi investor, terutama untuk jenis aksi korporasi seperti penawaran umum terbatas (right issue).

Jika investor tidak ingin menggunakan haknya, maka ia bisa menjual saat cum date. Begitu juga bagi investor yang ingin membeli saham right issue, ia harus membeli saham lama paling lambat saat cum date.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam setiap aksi korporasi adalah bahwa ada efek dari aksi korporasi tersebut. Misalnya aksi korporasi pembagian dividen, di mana ada yang disebut sebagai dividend effect. Artinya, harga saham di bursa cenderung turun setelah dilakukan pembagian dividen.

Besaran nilai penurunan ini biasanya setara dengan nilai dividen yang dibagikan. Contoh pemahaman seperti inilah yang tidak boleh disepelekan oleh setiap investor di bursa. (Tim BEI) (//ade)

Wednesday, March 27, 2013

ogooglebar means ungoogleable

via yahoo news

Google recently got into a row with the Swedish Language Council over a new word in its official language: "ogooglebar" which means "ungoogleable." Google complained about the word, which the council then begrudgingly deleted from the Swedish language. The Swedes did vow to continue using the word in conversation, those rebels.

RELATED: How to Say 'Google' in Every Language (Almost)

The Swedish Language Council had included ogooglebar on its annual list of new words that have entered common parlance. It's a fun list that includes words like "brony" and "mossgraffiti" — which is awesome, by the way. Google's objections were actually two-fold. Not only did it remind the council that Google was a registered trademark, the company also ask that the council to revise word's definition to specify that it referred to Google searches. It had been defined as something "that cannot be found on the Web with a search engine." But the Swedes simply deleted the word from the list and included a note at the bottom that expressed their "displeasure with Google's attempts to control the language." Later, Ann Cederberg, head of the council, declared, "If we want to have ogooglebar in the language, then we'll use the word and it's our use that gives it meaning — not a multinational company exerting pressure. Speech must be free!"

Why our campaign against creationism in schools matters for science in the US | Zack Kopplin


Why our campaign against creationism in schools matters for science in the US | Zack Kopplin

http://gu.com/p/3ejkn

Sent from Samsung Mobile

Tuesday, March 26, 2013

Cyprus Rescue: The Destruction of a Tax Haven | TIME.com


http://business.time.com/2013/03/25/cyprus-rescue-the-destruction-of-a-tax-haven/?iid=gs-article-mostpop2

Sent from Samsung Mobile

How Barack Obama Brought Turkey and Israel Back Together | TIME.com


http://swampland.time.com/2013/03/25/how-barack-obama-brought-turkey-and-israel-back-together/

Sent from Samsung Mobile