Instagram

Translate

Tuesday, October 26, 2010

Does inflation help or hinder leveraged investments

Does inflation help or hinder leveraged investments ?
I've read a debate on another forum where they are discussing whether inflation helps or hinders investors.

There seem to be two arguments:

The first argument says borrowing money now and paying it back using tomorrow's dollars makes investment great for people using leverage (borrowed money). This works because inflation means that it's easier to get $1000 in the future to pay back our loan than it is to get that same $1000 today (our rate of pay would have increased in the future, making the amount of effort required to earn $1000 much less then than it is today). Or, flip that around and it says, the future value of $1000 is less than it is today (hence it costs us less to pay it back at some point in the future). This argument implies that the higher the rate of inflation, the better it is for people with loans.

The other argument says that your investment returns have to "keep up with inflation" to maintain their value. For example, if you had $1000 in cash today, it would have less purchasing power in 10 years time because of inflation. You money is decreasing in value over time. If you were to invest that money in the bank - and if your money wasn't growing faster than the rate of inflation - then your money will also decrease in value over time (although at a slower rate than if you hadn't invested it at all). This argument implies that the lower the rate of inflation, the better it is for people investing.

So, which argument is correct ?

Well, I did some thinking about it, and some modelling using a spreadsheet, and my analysis has concluded this:

They are BOTH correct !!

(don't you hate that ? )

Both arguments actually have an impact on the future returns of your investments. Borrowed money gets cheaper to pay back over time, but the real value of your investments decrease over time - both due to inflation.

In fact, my spreadsheet (which I won't upload right now, because it would take me too long to explain it all) shows that there is a point of inflection where inflation changes from a help to a hinderance. Where this point actually sits depends on a multitude of variables, but let me explain my basic scenario.

$20K cash put in as a deposit
$80K borrowed
$100K purchase price
30 year interest only loan payments, with full principal paid out at the end of 30 years.

I calculated the Net Present Value (NPV) of the payments over 30 years, and compared this with the NPV of the total returns (growth + income, ignoring tax) over the same 30 years. I then changed the interest rate and inflation rate, and each time I had the spreadsheet solver calculate what the minimum total return each year was to ensure that the NPV of returns was at least equal to the NPV of the payments.

I then plotted those minimum return values in a chart against the interest rates, and it showed that for lower interest rates, higher inflation improved the returns, while at higher interest rates, higher inflation hindered returns.

In my scenario, the point where the inflection occurred was when interest rates were around 8%. I haven't done enough analysis to work out how this figure changes as the assumptions in the scenario change - and it's certainly not a fixed point.


Sunday, October 24, 2010

Assange

Who is Julian Assange? | The New York Observer
This morning as America was waking up to the first day of news after the leak of nearly 92,000 classified documents describing the realities of the war in Afghanistan — this war's Pentagon Papers — Julian Assange was speaking to members of the press at the Frontline Club in London behind a podium and a white laptop.

Mr. Assange is the founder of Wikileaks, the organization that obtained the classified documents and distributed them to The New York Times, The Guardian and Der Spiegel, the German newsweekly. "The real story of this material is that it's war, it's one damn thing after another, it's the continuous small events, the continuous deaths of children, insurgents, armed forces," Mr. Assange told the assembled reporters. "Maimed people," he added. "This is the story of the war since 2004."

Mr. Assange told The Times in April that one of his chief obligations was “to get maximum political impact" out of the leaks that Wikileaks handles, "to do justice to our material." At the time, Mr. Assange had just released a video, named Collateral Murder, showing a U.S. Apache helicopter killing 12 civilians. The video came from within the military. Raffi Khatchadourian followed Mr. Assange for The New Yorker as Wikileaks prepared to reveal "Collateral Murder" and its founder rented a house in Iceland that he nicknamed "The Bunker." There he employed a small team to prepare, publish, publicize and, most importantly, protect the damning footage. The protection part involves more than 20 servers stationed in different countries around the world. Mr. Assange says that Wikileaks' digital infrastructure is more secure than those used by the banking industry.

Mr. Khatchadourian offered a compelling description of Mr. Assange's gray eyes, his silver hair and his face, which was scarred by mosquito bites while Mr. Assange slept in a park in Victoria, Australia awaiting trial for thirty-one counts of hacking and related crimes in 1991. He was born in 1971, the same year news of Daniel Ellberg's Pentagon Papers ran on the front page of The New York Times.


The Guardian | Iraq war logs: British blunder may have let al-Qaida kingpin Zarqawi go free

http://m.guardian.co.uk/ms/p/gmg/op/sMbmAOCKa_JHR-DQO91AOkg/view.m?id=617527&...
Sent from my BlackBerry®powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, October 23, 2010

I wish society becomes more open, inclusive and free

Sent from my BlackBerry®powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Gejala Penyakit Jantung dan Stroke

Print Artikel
Patient Education Corner: Mengenal Kolesterol dan Dampaknya Terhadap Kesehatan
ADVERTORIAL - Vol.8 No.5, Desember 2008
Di kehidupan sehari-hari kita sudah tidak asing lagi dengan istilah kolesterol. Kalau kita disuguhi makanan gorengan atau masakan yang berasal dari daging sapi atau kambing, maka pikiran kita pasti akan mengarah pada kolesterol. Bagi yang tengah menjalani diet, makanan tadi sudah pasti ditampiknya karena sumber kolesterol. Apakah kolesterol itu? Samakah kolesterol dengan lemak?

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi. Lemak berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Dari segi ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan menjadi lemak sederhana, lemak majemuk, dan turunan lemak. Masing-masing jenis lemak memiliki stuktur kimia berbeda. Contoh lemak sederhana adalah monogliserida, digliserida, dan trigliserida. Lemak majemuk contohnya fosfolipid dan lipoprotein. Sedangkan yang termasuk dalam turunan lemak salah satu contohnya adalah kolesterol.

Meski masuk dalam golongan lemak atau lipid, tetapi kolesterol dan lemak merupakan substansi yang berbeda. Satu makanan bisa saja tinggi lemak, tetapi bebas kolesterol, misalnya minyak zaitun. Atau sebaliknya makanan lain bisa rendah lemak tetapi tinggi kolesterol.
Apa itu kolesterol?

Dilihat dari struktur kimianya, kolesterol merupakan senyawa lemak yang kompleks. Sebagian besar kolesterol yang beredar dalam tubuh manusia dihasilkan dari dalam tubuh (di hati), mencapai 80% dari total kolesterol. Sisanya (20%) diperoleh dari makanan. Meski tampak "jahat" sebenarnya kolesterol memiliki banyak kegunaan dalam tubuh, di antaranya membuat hormon seks, membentuk dinding sel dan lain-lain.

Kolesterol tidak larut dalam cairan darah. Untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein. Lipoprotein dapat dianggap sebagai 'pembawa' (carier) kolesterol dalam darah

Jumlah kolesterol yang ada di tubuh kita harus seimbang dengan kebutuhan. Dengan begitu tubuh kita akan tetap sehat. Tetapi bila jumlahnya berlebihan, salah satunya akibat terlau sering makan makanan mengandung kolesterol, maka kadar kolesterol dalam darah akan meningkat.
Jenis-jenis Kolesterol

Ada beberapa jenis kolesterol yang penting untuk diketahui.

1. Kolesterol LDL (low density lipoprotein)
Kolesterol LDL ini adalah kolesterol yang mengangkut paling banyak kolesterol di dalam darah. LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat, karena kadar LDL yang tinggi akan menyebabkan mengendapnya kolesterol dalam arteri. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan merupakan target utama dalam pengobatan

2. Kolesterol HDL (high density lipoprotein)
Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit. HDL sering disebut kolesterol baik, karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. Jadi HDL mampu mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi (proteksi) dari aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).

Selain LDL dan HLD ada lagi satu jenis lemak yang berbahaya, yakni trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, minum alkohol, makan gula, makan lemak. Kadar trigliserida yang tinggi banyak dikaitkan dengan pankreatitis atau radang pankreas.
Kolesterol : Faktor Risiko Penyakit jantung dan stroke

Jika kadar kolesterol di dalam darah melebihi dari nilai normal, maka risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke akan lebih besar. Kelebihan kolesterol dapat menyebabkan mengendapnya kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dikenal sebagai aterosklerosis (proses pembentukan plak pada pembuluh darah).

Jika penyempitan dan pengerasan ini cukup berat, sehingga menyebabkan suplai darah ke otot jantung tidak memadai, maka timbul sakit atau nyeri dada yang disebut sebagai angina. Dan bila berlanjut akan menyebabkan matinya jaringan otot jantung yang disebut infark miokard. Jika infark miokard meluas, maka akan timbullah gagal jantung.

Selain kolesterol LDL, faktor risiko lain yang memperbesar terjadinya penyakit jantung adalah kebiasaan merokok, nilai HDL rendah (< 40 mg/dl), memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi (140/90 atau sedang dalam pengobatan). Selain itu penyakit jantung berisiko lebih tinggi pada usia ³ 45 tahun (pria) dan ³ 65 tahun (wanita), yang diketahui memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung.

Adapun gejala penyakit jantung adalah:

* Rasa tertekan (ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas, terbakar ) di dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung
* Tercekik atau sesak
* Berlangsung lebih dari 20 menit.
* Keringat dingin, lemah, berdebar dan bisa sampai pingsan
* Gejala akan berkurang dengan istirahat dan bertambah berat dengan aktivitas

Jika sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak maka akan terjadi stroke. Gejala serangan stroke tergantung dari derajat serangan, mulai dari yang ringan sampai berat.

* Gejala stroke ringan :
o Bicara tiba-tiba jadi pelo
* Gejala yang sifatnya berat :
o kelumpuhan anggota gerak tubuh
o wajah menjadi tidak simetris
o jika terjadi perdarahan otak dapat menyebabkan KEMATIAN.

Gejala-gejala stroke memerlukan tindakan yang cepat agar jangan sampai jatuh pada derajat yang lebih berat.
Hubungan kolesterol dan penyakit lain Diabetes Melitus (Kencing Manis)

Diabetes merupakan suatu keadaan dimana kadar gula darah melebihi batas normal. Diabetes ini juga merupakan faktor risiko terhadap PJK. Bila kadar gula darah naik dan berlangsung lama, maka akan memicu terjadinya aterosklerosis pada arteri koroner. Pasien dengan diabetes cenderung mengalami gangguan jantung pada usia yang masih muda. Diabetes yang tidak terkonrol dengan kadar glukosa yang tinggi cenderung meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida. Bentuk kolesterol LDL pada penderita diabetes lebih padat dengan ukuran yang lebih kecil yang sering disebut Small Dense LDL, sehingga mudah sekali masuk kedalam lapisan pembuluh darah yang lebih dalam. Bentuk kolesterol LDL ini lebih jahat lagi karena lebih bersifat aterogenik (lebih mudah menempel pada pembuluh darah dan lebih mudah membentuk plak).
Disfungsi Ereksi (Gangguan Ereksi)

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan.

Proses aterosklerosis (pembentukan plak) akibat kolesterol tinggi juga dapat terjadi pada pembuluh darah penis (arteri dorsalis penis). Plak yang menyumbat pembuluh darah penis ini menyebabkan penis tidak mendapatka aliran darah sehingga terjadi gangguan ereksi.
Kolesterol Harus Dikontrol!

Karena dampak kolesterol yang amat membahayakan kesehatan, maka kadar kolesterol perlu dikontrol. Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah, dapat dilakukan dengan melakukan tes di laboratorium setelah puasa lebih kurang 10 jam. Adapun nilai normal laboratorium untuk kolesterol adalah sebagai berikut:

1. Kolesterol LDL: Nilai normal kolesterol LDL bergantung kepada jumlah faktor risiko seseorang terhadap PJK. Semakin banyak jumlah faktor risikonya, maka semakin rendah kolesterol LDL yang harus diturunkan.
* Jika jumlah faktor risiko PJK 0-1 , maka kolesterol LDL < 160 mg/dl
* Jika jumlah faktor risiko PJK > 2, maka kolesterol LDL < 130 mg/dl
* Jika seseorang ada riwayat PJK ataupun Diabetes, maka kolesterol LDL < 100 mg/dl
2. Kolesterol HDL : > 40 mg/dl
3. Trigliserida : <150 mg/dl
4. Kolesterol Total : < 200 mg/dl

Gaya hidup sehat

Selain rutin melakukan pemeriksaan laboratorium, kolesterol juga bisa dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Di antaranya menjaga berat badan yang seimbang. Kegemukan juga salah satu faktor risiko lain diabetes, hipertensi, yang pada taraf selanjutya meningkatkan risiko PJK. Berat badan dikatakan ideal bila berat badan untuk tinggi badan tertentu secara statistik dianggap paling baik untuk menjamin kesehatan.

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur > 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut: