membebaskan dua dokter lokal Arash Alaei dan Kamiar Alaei, yang sudah
ditahan di Penjara Evin, Tehran, sejak Juni 2008. Aktivis HAM Peter
Witzler, seperti dikutip dalam situs Physicians for Human Rights
(PHR), mengatakan, pemerintah Iran telah berbuat semena-mena dengan
memenjarakan kedua dokter sama sekali tidak bersalah itu. "Membantu
pengobatan pengidap AIDS itu bukan tindakan kriminal, itu adalah tugas
mulia," katanya. PHR telah
mengirimkan surat kepada pemimpin Iran dan mendesaknya untuk
membebaskan doter bersaudara itu tanpa syarat. PHR mengharapkan
masyarakat internasional mendukung kampanye pembebasan Alaei
bersaudara. Caranya, dengan mengirimkan surat memrotes pemenjaraan
Alei bersaudara, kepada Kedutaan Besar Iran di masing-masing negara.
Selain itu, kata Peter, masyarakat juga dapat ikut serta dengan
menandatangani petisi online pembebasan kedua dokter Iran tersebut,
Petisi dan contoh surat dapat diakses melalui situs
http://iranfreethedocs.org/author/pwitzler/.
Rezim otoriter Iran menuduh Kamiar and Arash Alaei telah menjadi
mata-mata pihak asing karena berbagi informasi dan keahlian dengan
para pakar HIV/Aids internasional. Bahkan, koneksi kedua dokter
tersebut dengan Harvard School of Public Health dijadikan salah satu
alasan memasukkan mereka ke sel 209, Penjara Evin, yang dikenal kasar
dan tidak beradab dalam memperlakukan tahanan. Seperti dikutip
iranfreethedocs.org, upaya mengeluarkan Alaei bersaudara akan menjadi
salah satu pokok bahasan dalam Konferensi Internasional mengenai
HIV/Aids di Meksiko pada Agustus 2009 mendatang. Pada 2006 kedua
dokter tersebut dikenal sebagai pengagas awal yang mengaplikasikan
strategi harm reduction dalam menanggulangi epidemi HIV/Aids di Iran.
Bahkan Alei bersaudara berhasil meyakinkan pemerintah di negara
mullah tersebut untuk mengadopsi strategi harm reduction, sebagai
bagian dari kebijakan nasional Iran dalam memerangi penyebaran
HIV/Aids. Kerja keras kedua dokter tersebut tidak sia-sia. Iran
menjadi rujukan internasional dalam menekan penyebaran HIV/Aids
melalui program penyediaan jarum suntik steril dan kondom bagi
kalangan berisiko, seperti pengguna narkoba suntik dan pekerja seks
(A-133).
From me :
So, what can you do? Nothing much, maybe.. but for sure, doing the
simple thing below, you can make a change. You can join to defend the
cause, please use this link to sign in your petition online:
http://iranfreethedocs.org/petition/

ng a fantasy, a last political crusade for the baby-boom generation. We, who started on the path of righteousness, marching for civil rights and against the war in Vietnam, need to find an appropriately high-minded approach to life's exit ramp. In this case, I mean the high-minded part literally. And so, a deal: give us drugs, after a certain age — say, 80 — all drugs, any drugs we want. In return, we will give you our driver's licenses. (I mean, can you imagine how terrifying a nation of decrepit, solipsistic 90-year-old boomers behind the wheel would be?) We'll let you proceed with your lives — much of which will be spent paying for our retirement, in any case — without having to hear us complain about our every ache and reflux. We'll be too busy exploring altered states of consciousness. I even have a slogan for the campaign: "Tune in, turn on, drop dead."





